Menguak Sosok Jojo: Oknum Wartawan Diduga Bos Kordi Obat Terlarang di Jakarta Barat!”

 

JAKARTA – Peredaran obat-obatan terlarang di wilayah Jakarta Barat kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya ramai diberitakan aktivitas ilegal di kawasan Jalan Kamal, Tegal Alur, Kalideres, kini muncul satu nama yang diduga menjadi dalang di balik jaringan tersebut: Jojo, seorang oknum wartawan yang diduga kuat berperan sebagai koordinator lapangan (korlap) sindikat peredaran obat-obatan terlarang. (13/04/2025)

Investigasi eksklusif tim media mata-rakyat.com mengungkap bahwa Jojo tak hanya berperan dalam mengatur distribusi, namun juga diduga memanfaatkan profesinya sebagai wartawan untuk “mengondisikan” media lain yang datang melakukan peliputan atau kontrol sosial.

“Setiap ada wartawan yang datang ke toko obat, Jojo yang turun tangan untuk ‘damai’, agar toko tidak diliput. Dia pegang penuh urusan media,” ungkap salah satu narasumber yang identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Tak hanya satu lokasi, sindikat yang diduga dikendalikan Jojo juga terpantau mengoperasikan toko kosmetik di Jalan Sahabat, Kalideres yang ditengarai masih satu jaringan dengan toko obat terlarang di Jalan Kamal. Praktik serupa pun tampak terjadi di sana.

Dalam konfirmasi kepada dua orang penjaga toko kosmetik, Gunawan dan Rifki, keduanya secara kompak menyebutkan nama Jojo sebagai sosok yang menangani urusan dengan media.

“Toko ini milik bos namanya Apaha, tapi kalau urusan media, semuanya diatur Jojo. Kita bayar bulanan ke Jojo. Soal jumlahnya, kita tidak tahu, itu langsung ke bos,” ujar mereka saat dikonfirmasi tim investigasi.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait namanya yang disebut-sebut dalam jaringan tersebut, Jojo hanya memberikan balasan singkat: “Terima kasih infonya.” Tanpa ada klarifikasi lebih lanjut ataupun bantahan atas dugaan yang dilontarkan.

 

 

 

Kondisi ini tentu menambah daftar panjang praktik penyalahgunaan profesi demi kepentingan pribadi dan kejahatan. Keterlibatan oknum yang seharusnya menjadi pilar kontrol sosial justru menjadi pelindung bisnis haram, mencoreng marwah jurnalistik yang semestinya berdiri di atas integritas dan kebenaran.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti informasi ini secara serius, mengingat dampak peredaran obat-obatan terlarang sangat merusak generasi muda dan merongrong stabilitas sosial masyarakat.

Investigasi mendalam akan terus dilakukan untuk mengungkap sejauh mana jaringan ini beroperasi dan siapa saja aktor di balik layar yang terlibat. (Red/Tim)