“Jalan Rusak Parah di Bombana, HIPPMAKABAR Desak Pemerintah Tak Tutup Mata”

 

Sulawesi Tenggara – Kerusakan jalan yang kian parah di Dusun Subar, Desa Baliara, Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, kembali mencuat ke publik. Himpunan Pelajar dan Pemuda Kabaena Barat (HIPPMAKABAR) Kendari angkat suara, mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan.

Sudah bertahun-tahun jalan di Dusun Subar rusak tanpa perbaikan berarti. Aspal tak lagi tampak, berganti kubangan lumpur dan lubang menganga. Warga harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali melintasi akses utama ini, apalagi saat musim hujan.

Aktivitas ekonomi lumpuh, anak-anak kesulitan pergi ke sekolah, dan akses layanan kesehatan terganggu. Ketua Umum HIPPMAKABAR Kendari, Ashabul Khafi, mengecam lambannya respon pemerintah.

“Kami tidak akan diam menyaksikan saudara-saudara kami terus menderita karena ketidakpedulian birokrasi. Ini bukan hanya soal infrastruktur, ini soal keadilan sosial yang terus diabaikan,” tegasnya, Sabtu (25/5).

Menurut Khafi, kerusakan jalan di Dusun Subar bukan masalah baru, namun nyaris tak mendapat perhatian. “Kami telah mendokumentasikan kondisi lapangan dan akan menyerahkan laporan resmi ke instansi terkait. Kami juga akan menggencarkan kampanye publik agar suara warga tidak lagi diredam,” ungkapnya.

HIPPMAKABAR juga menyerukan solidaritas dari seluruh warga Kabaena, baik di kampung maupun di perantauan, untuk bersatu menyuarakan tuntutan ini.

Organisasi itu menilai, sudah saatnya pemerintah Kabupaten Bombana membuktikan bahwa pembangunan tak hanya milik wilayah kota dan pusat pemerintahan.

“Kami minta pemerintah jangan pilih kasih. Dusun Subar juga bagian dari republik ini, dan mereka berhak atas akses jalan yang layak,” tutup Khafi.

Desakan HIPPMAKABAR menjadi sinyal keras bagi pemerintah daerah. Publik kini menanti: akankah suara dari kampung yang terpinggirkan ini dijawab dengan tindakan nyata, atau kembali ditenggelamkan dalam lumpur ketidakpedulian?