Tangerang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Legok beberapa hari terakhir menyebabkan banjir parah di Desa Kemuning, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. Keresahan warga Bojong memuncak akibat saluran air yang tersumbat, memperparah kondisi banjir hingga memasuki rumah-rumah warga dan membanjiri jalan depan SMK NEGERI 12 Kabupaten Tangerang.

Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi warga terdampak. Banyak perabotan rumah tangga yang rusak terendam air, dan akses jalan menuju sekolah serta fasilitas umum lainnya menjadi sulit dilalui.

Ketua pemuda setempat, Hafidh, keprihatinannya atas kondisi ini. Ia meminta Kepala Desa Kemuning untuk segera turun langsung ke lapangan dan melihat langsung dampak banjir yang melanda warganya.

“Kami sangat prihatin dengan kondisi banjir yang semakin parah ini. Kami meminta Bapak Kepala Desa untuk segera turun tangan dan mencari solusi terbaik untuk mengatasi masalah saluran air yang tersumbat ini,” ujarnya. (2/12).

Warga berharap pemerintah desa dapat segera mengambil tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini, seperti membersihkan saluran air yang tersumbat, memperbaiki sistem drainase, atau bahkan merelokasi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

“Kami sudah sangat lelah dengan kondisi seperti ini setiap tahunnya. Kami berharap pemerintah desa dapat segera memberikan solusi yang permanen agar kami tidak terus menerus menjadi korban banjir,” keluh salah seorang warga Bojong yang terdampak banjir.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa terkait penanganan banjir ini.

Warga berharap suara mereka segera didengar dan tindakan nyata segera diambil untuk mengatasi masalah banjir yang telah lama menjadi momok bagi warga Desa Kemuning.