”Transformasi Pasar BUMDes Pagedangan: Tertata Rapi, Pedagang Kian Sejahtera”

 

Tangerang – Pasar Tradisional BUMDes Pagedangan yang beralamat di Jalan Raya Pagedangan, Kampung Cicayur, Desa Pagedangan, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, kini tampak lebih tertata dan kembali hidup. Pasar yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ini kini menjadi pusat aktivitas ekonomi warga, sekaligus bukti nyata keberhasilan perbaikan sistem pengelolaan yang dinilai lebih baik dan berpihak pada kepentingan pedagang.

 

Terlihat jelas di bagian depan bangunan pasar, spanduk besar bertuliskan nama pasar lengkap dengan daftar komoditas yang diperdagangkan, mulai dari kebutuhan pokok, sayur-mayur, bumbu dapur, ikan segar, ikan air tawar, hingga daging dan ayam potong. Bangunan pasar dengan konstruksi rangka besi dan atap seng ini kini terlihat lebih terawat, serta menjadi tempat bertransaksi yang cukup nyaman bagi penjual maupun pembeli.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak positif perubahan pengelolaan pasar ini adalah Sodikin, pedagang cabai dan bawang yang sudah berjualan di lokasi tersebut sejak awal beroperasi. Ia mengaku bersyukur, karena omzet penjualannya yang dulunya cenderung naik turun dan tidak menentu, kini semakin stabil bahkan terus mengalami peningkatan dari bulan ke bulan.

“Dulu saya sering khawatir kalau dagangan tidak laku, tapi semenjak pasar ini dikelola dengan lebih rapi dan teratur, pengunjung makin ramai dan berdatangan. Alhamdulillah, untuk jualan cabai dan bawang ini, omset saya makin stabil, bahkan belakangan ini terus ada kenaikan. Pembeli juga makin percaya belanja di sini karena barang lengkap dan harganya bersaing,” ujar Sodikin saat ditemui, Minggu (31/5).

Kemudahan dan keringanan biaya operasional juga dirasakan Kusnadi, pedagang sembako yang sudah lama menempati lapak di pasar tersebut. Baginya, perubahan paling nyata dan sangat meringankan beban usaha adalah besaran biaya sewa lapak yang kini jauh lebih terjangkau jika dibandingkan saat pasar masih dikelola oleh pihak pengelola sebelumnya.

“Kelebihan yang paling terasa itu soal harga sewa lapaknya, Pak. Kalau dulu harganya cukup memberatkan, sekarang jauh lebih murah dan masuk akal. Sisa uang hasil berjualan bisa saya putar lagi untuk menambah jumlah dagangan. Pengelolaan sekarang jauh lebih memanusiakan pedagang, kami sangat terbantu sekali dengan kebijakan ini,” ungkap Kusnadi.

Merespons apresiasi dan rasa puas dari para pedagang, Direktur BUMDes Pagedangan, Dedih Sulaiman yang akrab disapa Rion, menyampaikan rasa syukurnya karena tujuan utama pendirian dan pengelolaan pasar ini telah tercapai. Menurutnya, pasar ini dibangun bukan hanya sekadar sebagai sarana jual beli, melainkan sebagai pilar penggerak roda ekonomi masyarakat desa.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga dan para pedagang. Tujuan utama kami mengelola pasar ini memang untuk memajukan ekonomi warga, memberikan kenyamanan dalam bertransaksi, dan yang paling penting adalah meringankan beban para pelaku usaha. Harga sewa lapak kami tetapkan semurah mungkin, karena bagi kami keuntungan BUMDes bukan hanya soal uang, tapi bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan maju bersama. Kami akan terus berbenah agar Pasar Tradisional BUMDes Pagedangan ini semakin maju, bersih, dan menjadi kebanggaan warga Desa Pagedangan,” tegas Rion.

Kini, Pasar Tradisional BUMDes Pagedangan tidak hanya sekadar berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi menjadi bukti bahwa pengelolaan yang baik, transparan, dan berpihak pada rakyat dapat melahirkan dampak ekonomi yang nyata dan bermanfaat. Suasana pasar yang ramai, pedagang yang merasa terbantu, dan pembeli yang puas menjadi gambaran nyata keberhasilan program pemberdayaan ekonomi desa ini.