Mata-Rakyat.com, Sukabumi — Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih berjuang pulih dari dampak bencana banjir dan longsor yang melanda pada Kamis (6/3) lalu. Hingga Senin (10/3), akses jalan yang menghubungkan Desa Babakan dan Wareng di Kecamatan Simpenan masih terputus total akibat tertutup material longsor. Upaya pembukaan akses jalan terus dilakukan, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil.
Tidak hanya itu, kerusakan infrastruktur juga masih menjadi kendala besar. Jembatan Cidadap di Kecamatan Simpenan mengalami kerusakan berat, sehingga hanya dapat dilalui satu jalur saja. Akses dari Bagbagan ke Geopark masih bisa dilewati, namun jalur Bagbagan-Kiara Dua masih terputus.
Berdasarkan rapat koordinasi lintas sektoral, tiga kecamatan, yaitu Palabuhanratu, Simpenan, dan Lengkong, masih dalam status tanggap darurat. Sebanyak 23 kecamatan lainnya telah dinyatakan selesai penanganan.
Bencana tersebut telah menimbulkan kerugian yang signifikan. BPBD Kabupaten Sukabumi melaporkan lima orang meninggal dunia, empat orang masih dalam pencarian, dan enam orang luka-luka. Sebanyak 1.424 kepala keluarga (KK) atau sekitar 4.500 warga terdampak, dengan 83 KK (246 jiwa) terpaksa mengungsi.
Kerusakan material juga cukup parah. Data BPBD mencatat 150 rumah rusak ringan, 110 rumah rusak sedang, 95 rumah rusak berat, tiga jembatan rusak berat, tiga jembatan rusak ringan, satu sarana kesehatan rusak ringan, serta 27 titik jalan dan 16 titik jembatan terdampak.
Situasi ini menunjukkan betapa besarnya tantangan yang dihadapi Kabupaten Sukabumi dalam proses pemulihan pasca bencana. Dukungan dan bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu warga terdampak dan memperbaiki infrastruktur yang rusak. Semoga upaya pemulihan dapat berjalan lancar dan warga Sukabumi dapat segera kembali menjalani kehidupan normal.***

Tinggalkan Balasan