“Sisi Gelap Kota Bandung: Saritem, Luka Lama di Balik Indahnya Kota Kembang”

 

Bandung — Di balik gemerlap cahaya, kafe-kafe modern, dan sejuknya udara Kota Bandung yang kerap disebut sebagai “Kota Kembang”, tersimpan sisi gelap yang tak pernah benar-benar hilang. (28/04/2025)

Saritem, sebuah kawasan yang terletak di jantung Kota Bandung, telah lama dikenal sebagai “luka lama” yang masih menganga. Dahulu, pemerintah sempat menyatakan menutup kawasan ini dari aktivitas prostitusi terselubung, namun realita di lapangan berkata lain.

 

Aktivitas-aktivitas kelam itu masih berdenyut dalam diam, jauh dari sorotan resmi, namun tetap hidup dalam denyut malam.

Malam hari, suasana di sekitar Saritem berubah. Di antara gang-gang sempit dan bangunan tua yang kusam, geliat kehidupan malam mulai bermunculan. Aktivitas prostitusi yang dibungkus dengan berbagai kedok, mulai dari warung remang-remang hingga usaha jasa hiburan “terselubung”, menjadi pemandangan yang seolah sudah biasa.

Warga sekitar pun sebagian besar memilih bungkam. “Semua orang di sini tahu, tapi mau bagaimana lagi? Sudah bertahun-tahun begini,” kata seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sebuah potret kelam yang mencoreng citra Kota Bandung sebagai kota budaya, kota kreatif, dan destinasi wisata nasional.

Ironisnya, upaya penertiban yang dilakukan pemerintah kerap hanya bersifat temporer.

Seperti “membersihkan genangan dengan sapu”, aktivitas-aktivitas ilegal itu hanya menghilang sesaat, untuk kemudian tumbuh kembali dengan pola yang lebih tersembunyi.

Aktivis sosial dan pegiat perlindungan perempuan dan anak pun angkat suara. Mereka menilai, Saritem adalah bukti kegagalan negara melindungi warganya dari lingkaran eksploitasi dan kejahatan terorganisir.

“Menutup Saritem secara fisik tanpa membongkar jaringan ekonomi dan kriminal di baliknya sama saja dengan memindahkan masalah ke tempat lain,” ujar salah satu aktivis dari Koalisi Perempuan Bandung.

Kini, pertanyaannya menggantung di udara Kota Bandung yang dingin: sampai kapan luka lama ini dibiarkan menganga? Sampai kapan Saritem akan terus menjadi bagian dari narasi kelam Kota Kembang?

Di tengah gempita pembangunan, gemerlap mall, dan festival budaya, Bandung masih menyimpan cerita kelam yang tak kunjung tuntas. Saritem bukan sekadar nama sebuah kawasan. Ia adalah simbol dari ketidakberdayaan melawan sisi gelap yang membelenggu kota ini.

Kota Kembang, di balik wangi bunga, masih ada aroma luka yang belum sembuh.