“Viral Mafia Solar Kuasai SPBU di Tangerang, Diduga Nama ‘OPAH JONI’ Disebut Dalang Utama”
TANGERANG – Praktik ilegal penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar kembali mencuat di wilayah Tangerang. Investigasi tim mata-rakyat.com mengungkap bahwa sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota hingga Kabupaten Tangerang disinyalir menjadi lokasi strategis para mafia solar mengeruk keuntungan dari subsidi negara.
Salah satu SPBU yang menjadi sorotan adalah SPBU 34-157-08, beralamat di Jalan Pemda Tigaraksa No.89, Bojong, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Di lokasi ini, awak media mendapati aktivitas mencurigakan, di mana mobil-mobil Fuso yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan secara terang-terangan mengisi solar dalam jumlah besar, mencapai dua ton per kendaraan.
Pengakuan dari salah satu sopir pelangsir yang enggan disebutkan namanya menyebut bahwa solar tersebut dikoordinir oleh seseorang bernama Rian.
“Saya baru keluar bang, baru isi satu juta. Abang komunikasi langsung dengan Bang Rian ya, saya baru kerja hitungan bulan,” ujar sang sopir, Kamis (4/7).
Tak lama berselang, Rian menghubungi sang sopir dan langsung menelepon salah satu wartawan melalui aplikasi WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, Rian mencoba membujuk dengan imbalan agar pemberitaan soal aktivitas ilegal tersebut tidak dilanjutkan.
“Kirim KTA abang dengan tim sekarang ya, saya bantu dorong angkanya. Per KTA Rp150 ribu dulu bang, nanti untuk bulanan kami kasih Rp100 ribu per KTA,” ucap Rian dengan nada enteng yang seolah menganggap enteng profesi jurnalis dan hukum yang berlaku.
Namun, fakta yang lebih mengejutkan terkuak saat muncul dugaan adanya sosok kuat di balik kegiatan haram ini. Nama “Opah Joni” disebut-sebut sebagai aktor utama atau bos besar dari praktik mafia solar tersebut. Ia diduga mengatur jaringan pelangsir, armada, hingga distribusi ke industri atau penadah ilegal.
Menanggapi hal tersebut, Aktivis Provinsi Banten, Jalaly, memberikan pernyataan keras:
“Praktik mafia solar di SPBU-SPBU ini bukan hanya merugikan negara secara ekonomi, tapi juga mencerminkan lumpuhnya fungsi pengawasan oleh aparat. Jika nama seperti Opah Joni benar menjadi dalangnya, maka ini adalah bukti bahwa mafia BBM bukan main-main. Pemerintah dan aparat hukum harus tegas, bukan justru menjadi bagian dari permainan kotor ini,” ujar Jalaly.
Ia juga menambahkan, jika penegakan hukum tidak menyentuh pelaku utama, maka Indonesia akan terus mengalami kebocoran anggaran subsidi yang justru dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk memperkaya diri sendiri.
“Sudah saatnya Mabes Polri, Kementerian ESDM, dan BPH Migas turun langsung. Jangan hanya tangkap sopir dan pelangsir, tapi bongkar tuntas sampai ke akar dan bandar besarnya, kami juga berharap agar tidak ada lagi “SPBU nakal” yang bermain mata dengan mafia solar,” tegas Jajaly.

Tinggalkan Balasan