“Penggerebekan Obat Keras di Pakuhaji Gagal, Warga: Diduga Ada Kebocoran Informasi”

 

TANGERANG – Upaya pemberantasan peredaran obat keras daftar G di Kampung Kelapa Lima, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, kembali menemui jalan buntu.

Operasi penggerebekan yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Pakuhaji Polres Metro Tangerang Kota berakhir tanpa hasil. Target utama diduga berhasil kabur hanya beberapa menit sebelum aparat tiba di lokasi, Selasa (22/7/25).

Respon cepat polisi terhadap laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan justru memunculkan tanda tanya. Sejumlah warga menduga kuat adanya kebocoran informasi yang menggagalkan operasi tersebut.

“Diduga ada yang membocorkan informasi penggerebekan ini. Hanya beberapa menit sebelum petugas datang, kami melihat pria berkaos hitam membuka pintu depan kios. Lalu seorang pria yang diduga pengedar keluar dengan tergesa-gesa,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga mengaku resah dengan maraknya peredaran obat keras di wilayahnya. Mereka mendesak Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, untuk mengambil langkah tegas.

“Kios itu sudah lama jadi sarang peredaran obat keras. Tapi anehnya, pengedarnya sangat sulit ditangkap. Kami berharap polisi tidak hanya melakukan penggerebekan seremonial, tapi benar-benar mengawasi dan menindak tegas jaringan pengedar,” tegas seorang warga lainnya.

Menurut warga, keberadaan kios yang diduga menjadi tempat transaksi obat keras ini telah meresahkan masyarakat dan membahayakan generasi muda.

“Kami tidak ingin kampung kami jadi sarang peredaran obat keras yang merusak kesehatan masyarakat dan masa depan anak-anak kami,” lanjutnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polsek Pakuhaji maupun Polres Metro Tangerang Kota belum memberikan keterangan resmi terkait kegagalan operasi tersebut dan dugaan adanya kebocoran informasi.