“Mafia Gas Subsidi: Bayang-Bayang “Leba” dan Jaringan yang Dilindungi”
Tangerang – Aktivitas gelap mafia gas bersubsidi kembali terkuak. Bukan sekadar dugaan, mobil-mobil bak terbuka tertutup terpal berseliweran tengah malam di Jalan Raya Pagedangan, Kabupaten Tangerang, menuju Rumpin, Kabupaten Bogor, menjadi bukti nyata praktik ilegal yang merugikan negara dan rakyat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, “Leba” diduga sebagai otak di balik distribusi ratusan tabung gas hasil oplosan.
Rumpin, wilayah yang selama ini dikenal sebagai sarang pengoplosan gas, kembali menjadi pusat perhatian. Modus operandi yang digunakan sama: menyuntikkan isi tabung gas 3 Kg bersubsidi ke tabung non-subsidi, lalu dijual dengan harga pasar. Keuntungan berlipat, kerugian negara dan rakyat pun berlipat ganda.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah dugaan keterlibatan oknum aparat sebagai beking. Minimnya penindakan hukum yang efektif dan tuntas, meskipun praktik ini sudah berlangsung lama dan diketahui luas oleh masyarakat, menjadi indikasi kuat adanya perlindungan bagi para pelaku. Penangkapan-penangkapan yang dilakukan terkesan hanya sebagai sandiwara, sementara bisnis haram ini terus berlanjut.
Aktivis Muda Banten, Fikri, tak tinggal diam. Ia mendesak Gubernur Jawa Barat dan Banten serta Kapolda Jabar dan Metro Jaya untuk segera bertindak tegas. “Ini bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, tetapi kejahatan yang merampas hak rakyat atas subsidi. Jangan sampai negara kalah melawan mafia!” tegas Fikri, Rabu, (30/7/25)
Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait keberadaan “Leba” dan jaringan mafia gas di Rumpin. Keengganan aparat penegak hukum untuk mengungkap kasus ini secara tuntas menimbulkan kecurigaan publik akan adanya kongkalikong dan melindungi para pelaku.
Masyarakat menuntut transparansi dan tindakan tegas, bukan sekadar janji-janji kosong. Tindakan nyata, bukan sekadar tangkapan sementara, yang dibutuhkan untuk memberantas mafia gas yang telah lama merajalela.
Penulis: Farish

Tinggalkan Balasan