Kopi Canggah, Cita Rasa Manis dari Cupunagara yang Mulai Dilirik Pasar

Subang, mata-rakyat.com Desa wisata Cupunagara, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, mulai memperkuat posisinya sebagai sentra kopi baru di Jawa Barat melalui produk unggulan Kopi Canggah Cupunagara. Kopi arabika yang berasal dari kebun masyarakat ini menawarkan karakter rasa manis menyerupai karamel, berbeda dari profil kopi Jawa Barat yang umumnya bercitarasa buah dan berkeasaman tinggi.

Pemilik Café Kopi Canggah, Rifky, mengatakan bahwa rasa khas tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis Cupunagara yang berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. “Ketinggian ini membuat biji kopi memiliki densitas baik, sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih manis dan seimbang,” ujarnya.

Untuk menjaga mutu, Kopi Canggah diolah melalui tiga metode pascapanen: *full wash,* *honey,* dan *natural.*
Metode full wash menghasilkan rasa lebih bersih, honey memberi sentuhan manis beraroma buah, sementara natural menghadirkan cita rasa kompleks dengan body lebih tebal. Proses pengeringan dilakukan menggunakan sistem *greenhouse* guna memastikan kestabilan kualitas.

Upaya pengembangan kopi lokal ini mendapat dukungan dari BUMDes Mukti Raharja. Melalui program pendampingan petani dan perluasan pemasaran, kopi tersebut kini menjadi salah satu produk yang mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Peningkatan kesejahteraan petani mulai terlihat seiring naiknya permintaan pasar.

Hadirnya Kopi Canggah memperkuat branding Cupunagara sebagai *“Desa di Atas Awan”,* yang tak hanya menawarkan pesona alam dan sejarah, tetapi juga potensi produk lokal yang berpeluang menembus pasar nasional hingga internasional.

Andum Subekti