”Wartawan Dapat Tindakan Intimidasi Verbal Oleh Penjual Rokok Ilegal dengan Katakan Bego”

 

Tangerang – Kembali lagi wartawan tercoreng oleh seorang penjaga warung madura yang mengintimidasi kami secara verbal dengan kaya-kata kasar. Di jalan raya pagedangan, kecamatan pagedangan, desa pagedangan, kabupaten Tangerang kamis, (11/06/2026).

 

Saat kami tim awak media sedang melakukan sosial kontrol disalah satu warung madura, kita lihat muda mudi sedang membeli rokok ilegal jenis marbol tanpa pita cukai, akhirnya kami pun berinisiatif untuk mewawancarai pembeli rokok ilegal tersebut.

“Saya dapat beli rokok marbol ini dari warung madura depan bang,” ucap pembeli rokok ilegal yang enggan disebutkan namanya.

Tidak sampai disitu kami mendatangi warung madura tersebut untuk mengkonfirmasi benar atau tidaknya warung madura itu menjual rokok ilegal, dan setelah kami berhasil mewawancarai penjaga warung yang bernama Hamas.

Hamas pun sempat hendak berbohong kepada kami bahwa sudah tidak jual lagi, akan tetapi ketika kita perlihatkan bukti rokok dari hasil saya wawancarai pembeli akhirnya penjaga toko pun mengakui ia benar saya menjual rokok ilegal tersebut.

“Ia bang memang saya jual tapi gabanyak kok bang, abang coba aja geledah kedalam. Itu pun yang saya jual hanya merk marbol saja,” ucap Hamas penjaga toko.

Tak berselang lama hamas menghubungi kakak kandung nya yang bernama yuda.

Sesampainya Yuda di warung adiknya. Yuda pun bersikap sedikit tegang ketika menemui kami dan langsung saja mengatakan kepada kami awak media ada apa ini ada urusan apa dateng malem malem, kaget saya dapat kabar tidak mengenakan dari adik saya.

Tapi akhirnya kami pun bisa menenanginya dengan memberikan edukasi baik-baik dan pada akhirnya yuda pun mau berbicara baikbaik dengan kami tim awak media.

Tidak cukup lama Yuda selaku kakak kandung Hamas bergegas meninggal kan kami dengan dalih anaknya sedang rewel.

Tapi secara tiba-tiba datang lah seorang ibu-ibu yang diduga istri dari Yuda langsung saja memaki kami dengan kata-kata tidak pantas, bahkan menjelekan profesi kami sebagai wartawan yang bisanya hanya minta-minta uang.

“Mau apa lagi kalian hah, mau minta duit. Saya sudah tau media itu kaya apa, cuma bisa minta-minta uang buat beli mabuk-mabukan doang kan,” ucap ibu-ibu yang diduga istri dari Yuda.

Kami tim awak media sangat menyayangkan atas kejadian intimidasi verbal tersebut, karena kami selaku profesi PERS yg sudah jelas dilindingi undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, setiap wartawan memiliki hak dan kewajiban untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi

Tapi masih saja profesi kami ini diperlakukan semena-mena oleh pengusaha warung madura yang sudah jelas salah menjual rokok-rokok ilegal tanpa pita cukai, sekalipun ada itu hanya pita cukai palsu.

Akhrnya kami pun memutuskan untuk pergi dari lokasi tersebut, mengingat kondisi sudah tidak lagi kondusif.

“Dengan beberat hati saya Hadi selaku wakil pimpinan redaksi media matarakyat.com sekaligus yang berada dilokasi kejadian sangat merasa terhina oleh ucapan ibu-ibu itu yg enggan menyebutkan namanya, saya berharap semua rekan-rekan media agar melek atas kejadian yang sering terjadi terhadap insan PERS tentunya ketika menjalakan tugas sosial kontrolnya,” tegas Hadi.

Dengan adanya kejadian ini kami akan melaporakan kepada pihak berwajib wilayah hukum Polsek Pagedangan, agar pelaku pengintimidasi kami secara verbal segera dipanggil dan di pintai keterangannya.

Supaya kejadian-kejadian serupa tidak terjadi terhadap rekan-rekan wartawan lainya yang sedang melakukan sosial kontrol.

Sampai berita ini tayang belum sama sekali ada komfirmasi langsung dari si penjual rokok ilegal tersebut maupun dari si ibu-ibu penghina kami awak media dengan bahasa tidak pantas.