“Diduga Kembali Jadi Lokasi Balap Liar, Remaja Berkumpul di Kadu Sirung pada Dini Hari”
TANGERANG – Sejumlah remaja diduga kembali berkumpul dan melakukan aktivitas yang mengarah pada balap liar di kawasan Desa Kadu Sirung, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu (9/7/2026) dini hari sekitar pukul 03.12 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat tampak memadati area jalan yang relatif sepi pada waktu tersebut. Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga karena aktivitas yang diduga balap liar dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu ketertiban lingkungan pada jam rawan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerumunan anak-anak muda di lokasi tersebut sebelumnya sempat dibubarkan. Namun, tidak lama kemudian, mereka diduga kembali berkumpul di titik yang sama.
Parma Perwakilan Pemuda Puspiptek menyayangkan aktivitas tersebut dan meminta adanya langkah penertiban yang lebih konsisten, disertai pembinaan kepada remaja.
“Kami prihatin jika jalan umum dijadikan tempat aktivitas yang berisiko seperti balap liar, apalagi dilakukan saat dini hari. Selain membahayakan diri sendiri, ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan lain dan meresahkan masyarakat sekitar. Kami berharap ada patroli rutin dan pembinaan agar anak-anak muda punya ruang kegiatan yang lebih positif,” ujar Parma.
Kecaman juga disampaikan Dani, Pemuda Jatake. Ia menilai kejadian itu menunjukkan perlunya penanganan lebih tegas, karena pembubaran sebelumnya tidak membuat kerumunan benar-benar bubar.
“Kami mengecam kegiatan yang diduga balap liar ini. Apalagi informasinya, mereka sempat dibubarkan, tetapi kemudian kembali lagi berkumpul. Ini menunjukkan bahwa penanganan tidak bisa berhenti pada pembubaran sesaat. Harus ada pengawasan yang lebih serius, patroli rutin, dan langkah pembinaan supaya anak-anak muda tidak terus mengulang kegiatan yang membahayakan seperti ini,” kata Dani, Pemuda Jatake.
Menurut warga, lokasi tersebut kerap dijadikan titik kumpul pada malam hingga dini hari. Karena itu, masyarakat berharap aparat terkait meningkatkan pengawasan di jam-jam rawan, khususnya di kawasan yang sering digunakan sebagai tempat berkumpul para remaja.
Selain penindakan, pendekatan persuasif dan edukatif dinilai penting agar para remaja tidak menjadikan jalan umum sebagai arena unjuk kecepatan. Warga juga mendorong adanya kolaborasi antara aparat, tokoh pemuda, dan lingkungan sekitar untuk mencegah kejadian serupa berulang.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi lengkap, jumlah remaja yang terlibat, maupun langkah penanganan lanjutan atas dugaan aktivitas tersebut.
(Buu)

Tinggalkan Balasan